The Neverending Game
Author, Cover, Chibi Art:
Aya Kaizumi | Ayacchi
*Aya gave the chibi art separately but I put it there just because it fit the cover so well and they were just too cute.
Fandom:
Natsume Yuujinchou X Kuroko no Basuke
Pairing:
Akashi Seijuurou X Natsume Takashi
Pages:
Halo, selamat datang kembali di blog berdebu ini. Entah sudah berapa tahun lamanya, namun aku kembali khusus untuk author kesayangan kita, Aya Kaizumi.
Karena, akhirnya Aya buka komisi omakase one-shot, TENTU SAJA AKU HARUS GAS, DONG. IYA, 'KAN??
Jadi karena aku terlalu banyak menumpuk utang review ke Aya, aku mau review dari yang paling pendeccs, my latest commission. Ay, percayalah, aku bukan bosen sama apa yang aku komis dari kemarin, AKU CUMA BACANYA TERLALU SAYANG SAMPE LAMA, PLUS MERANGKUM REVIEW-NYA KELAMAAN KARENA AKU MAU YANG TERNIAT BUAT AYA WALAU UJUNGNYA HANYA MENYAMPAH FANGIRLING. 😭😭
Anyway, here it is. Long time no AkaNatsu. Sebenarnya aku cuma lagi bete belakangan, dan aku butuh AkaNatsu mendadak. Enggak usah tanya kenapa begitu, itu rahasia yang tidak sebaiknya kalian tahu. 🫠
Jadi, Gia sebenarnya cukup suka sama tema bohong dan jujur—tergantung nuansa atau arah ceritanya juga, sih—makanya Gia pilih tema ToD dari empat tema yang disediakan di menu komisinya Aya. AkaNatsu itu sebenarnya kapal yang mungkin kesannya kurang kata, sih, jadi lucu juga kalau mereka jujur-jujuran. Entah sampai titik mana mereka bisa jujur, 'kan, ya. Yang paling susah jujur itu sebenarnya Takashi, sih. Kalau Akashi itu cuma terlalu misterius dan kesannya secretive aja—walau dia bukannya pembohong atau mau nyimpen rahasia, itu cuma kesan luarnya aja karena dia susah dibaca. *Tolong dicatat kalau semua ini pendapat pribadi Gia, termasuk hal-hal yang akan dijabarkan di bawah.
Oke, mari lanjut ke fangirling—iya, fangirling, karena saya tidak pintar bikin resensi—fanfic-nya Aya.
Kisahnya itu tentang Akashi yang dadakan dateng enggak ada angin enggak ada badai, bikin Natsume cengo, dan tahu-tahu Natsume iya aja diculik—dibawa pergi dengan izin—di depan Touko. Ujungnya, Akashi bukannya cerita buat apa dia datang dan atas angin apa, namun malah main ToD.
Berikut bagian-bagian yang bikin Gia auto gatel komen.
“Astaga, Takashi-kun, kau tidak pernah cerita kalau kau punya teman setampan ini,” celetuk Fujiwara Touko sambil menepuk pundak Natsume.
KALAU TOUKO-SAN YANG BILANG BEGINI, BISA JADI RUPAWANNYA AKASHI BISA MENANDINGI SHUU KESAYANGAN AKU. COBA KITA CARI BANG NISHIMURA, SI PENGGEMAR NOMOR SATU SHUU, BUAT MINTA TESTIMONI. 😭😭
Kenapa Akashi ada di sini?
Bagaimana dia bisa tahu di mana aku tinggal?
MAS, KAMU STALKING???????
“Bagaimana kalau kita bermain truth or dare?” kata Akashi setelah keheningan yang terasa begitu lama.
RANDOM BANGET, MAS. SUMPAH. SEKILAS KAMU KAYAK COWOK YANG DITANYA CEWEKNYA "DARI MANA AJA KAMU" DAN MEMUTUSKAN BUAT GANTI TOPIK BIAR ENGGAK USAH JAWAB.
Dahi Akashi berkerut samar. Kilau keemasan pada mata kirinya kembali terlihat.
Mendadak, suhu di sekeliling kedai itu terasa dingin. Dunia seakan menyempit dan hanya menyisakan mereka berdua.
Jujur, Gia suka banget adegan ini karena alasan Gia suka Akashi at some point itu adalah karena dia MENGINTIMIDASI dan KERAS KEPALA. Kek, Oreshi itu kesannya lebih lembut dan gentleman, tapi buat Gia sendiri, Akashi secara keseluruhan punya keteguhan dan kekeraskepalaannya sendiri pada kasus tertentu, makanya Gia suka Akashi gak main iya aja walau dia notis Takashi itu gak sepenuhnya jujur. DAN AKU SUKAK TAKASHI YANG JAWAB JUJUR HABIS DIGITUIN. Soalnya, ya, Takashi itu tipenya walau takut pun, lebih milih melotot balik dan gak nurut. Gak usah jauh-jauh, liat aja interaksi awal-awal dia sama Matoba. Yah, dalam arti lain, Takashi percaya sama Akashi. Awh. 🥺
Akashi menggeleng. “Karena kucing itu bilang kalau energi tempat ini melindungimu dari youkai.”
Mata Natsume membola. “Tunggu dulu. Sensei bilang begitu? Berarti kalian sudah bertemu sebelumnya?”
KUCING GEMBROOOOOT …!! LU LAGI BOLOS ATAU JADI MAK COMBLANG, HAH?!?!
“Kalau begitu, aku ingin kita lebih banyak menghabiskan waktu bersama,” kata Akashi. “Bukan sebagai teman, tapi sesuatu yang lebih intens dari itu.”
“Lebih … intens?”
“Ini adalah dare-ku,” kata Akashi tenang. “Dengan begitu, permainan kita akan terus berlanjut.”
… Bentar …. Tunggu …. Hah?? Woi?? INI MAKSUDNYA DIA NEMBAK PAKAI DARE??? ADA ORANG BEGINI, YA??? ENGGAK, TUNGGU, INI TERLALU AMBIGU. KALAU KAMU BEGINI, TIPE KAYAK NATSUME BISA MERENDAH DAN BERPIKIR, "Ah, tidak, tidak, tidak mungkin." MAS??? ATAU EMANG KAMU MAU JADI TTM DULU??? BUKANNYA EMANG DAH TTM DARI KEMARIN??? (Woi) LUCU ENGGAK, SIH, KALAU NATSUME NANGKEPNYA AKASHI INI SEKADAR INGIN "BERSAHABAT" SEMENTARA AKASHINYA TERNYATA ADA MAKSUD LAIN?? GIA AKAN KETAWA DAN TERIAK PALING KENCANG KALAU KEJADIAN KAYAK GITU. CHFIRIEOE!! KOCAK BETUL BAYANGINNYA. Sekali lagi, kalau itu maksudnya emang mau pacaran, ADA, YA, ORANG PAKE DARE BUAT PACARAN??? MANA MULUS BANGET LAGI, KAYAK RENCANA UDAH DISUSUN DARI AWAL. SYINTINGS.
Sudah, sekian, dan terima kasih.
Overall, Gia sangat excited sejak Akashi datang sampai akhir cerita. Enggak ada kalemnya aku itu. Di mata ngaco Gia, ini cowok kayak LDR-an—padahal cuma TTM tanpa kepastian—terus mendadak kangen, dan tahu-tahu datang aja bawa mobil. Anj—dasar holang kaya. Gia suka Takashi kayak orang bingung sementara Akashi kesannya kayak kalem, mulus, sesuka aku, seakan dia tahu segalanya. Bukan, bukan ala Bokushi, kok. Oreshi, tapi aura konglomerat ikemen-nya nguar banget. Aduh, Mas.
Jadi, AFAKAH INI SATU UNIVERSE DENGAN FANNOVEL EYES YANG SUDAH ENTAH BERAPA UMURNYA ITU??? Aku anggap iya, karena kesannya begitu. Kalau iya, Gia sedikit penasaran: ini sebenarnya time skip berapa lama setelah ending? Kalau penasaran Gia ngomongin fannovel apa, silakan periksa link berikut:
Balik lagi, Akashi ngakunya datang karena semacam cemas akan firasat, tapi Gia ngerasa agak beda, deh. Dia bilang cemas. Iya, cemas, TAPI CEMASNYA KARENA TAKUT DILANGKAHI ORANG, 'KAN?? HEH?? MANA BEGITU DAPET KESEMPATAN KASIH DARE LANGSUNG ISINYA—AH, SUDAHLAH. KEPALA SAYA YANG KECIL INI BISA MELEDUS KARENA OVERTHINKING.
Oke, sekian sebelum Gia ribut lebih lama. Terima kasih sudah memberikan bacaan ringan, Aya. Saatnya aku kembali memberanikan diri membenahi hiblis di fanfic sebelah. 🙏🏼 (Gi??)

No comments:
Post a Comment